Minggu, 11 April 2010

Doa untuk ayah dan bunda

Apakah kita pernah melihat album foto keluarga kita yang lama. Saat itu ketika kita masih bayi dan masih kanak-kanak akan terlihat masih ditimang oleh ayah dan bunda kita. Kita akan melihat bahwa kasih sayang orang tua kita tidak ternilai harganya. Mereka mencurahkan kasih sayang dan biaya agar kita sebagai anaknya bisa tumbuh menjadi orang yang berguna, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Bila orang tua kita masih hidup minta maaflah akan kesalahan kita kepada mereka. Karena mereka telah berjasa bagi kita. Kalau orang tua kita sudah meninggal, marilah kita selalu berdoa agar amal ibadah beliau bisa diterima oleh Allah.

Kehidupan dunia hanyalah sesaat

Sudahkah kita menyadari bahwa usia kita sudah terjadwal. Suatu saat kita akan kembali ke alam lain yang belum pernah kita ketahui wujudnya. Saat ini kita mengetahui bahwa sebelum manusia terlahir di dunia maka manusia hidup di alam rahim ibunya. Saat terlahir manusia hidup di alam dunia yang lebih luas tetapi fana. Kita hidup di dunia hanyalah sesaat. Perbanyaklah amal dan ibadah selama hidup di dunia. Hidup kita harus berguna untuk manusia lainnya. Carilah bekal untuk menuju alam yang baqa. Jangan sampai kita meratap jika ajal sudah menjemput kita.

Minggu, 11 Januari 2009

Hati yang Suci

Pernahkah kita meneteskan air mata tatkala kita bersujud kehadapan Allah Sang Pencipta? Wajarlah kita meneteskan air mata mengingat kita sebagai manusia selalu tak luput dari khilaf yang selalu kita perbuat. Dan hanya kepadaNya kita menyembah dan memohon ampunan.
Bersihkanlah hati ini dari lumuran dosa. Hati yang suci memudahkan kita menghadap ke sang Khalik. Hati yang kotor membuat kita malas menunaikan ibadah. Karenanya segeralah mensucikan hati kita dari segala kotoran yang masih melekat. Semampang kita masih diberi waktu untuk bertobat.

Roh Adalah Suci

Tahukah kita bahwa roh manusia adalah suci. Roh adalah tubuh non fisik yang ada pada semua makhluk.Karenanya roh kita akan menjerit bila kita sering berbuat kemungkaran dan tak pernah memberi makanan rohani kepada roh kita. Tahukah kita bahwa roh merasakan nikmatnya berbicara kepada Sang Pencipta ketika kita menunaikan ibadah shalat yang khusuk. Dan merasakan nikmatnya rasa lapar ketika kita sedang berpuasa.
Itulah makanan rohani bagi roh kita yang harus kita taati. Karena jika hanya tubuh fisik saja yang kita perhatikan akan celakalah kita. Karena manusia dan semua makhluk hidup punya dua tubuh. Dan hanya manusia saja yang dikaruniai Allah dengan akal. Untuk membedakan mana yang haq dan yang batil.

Amal Kebaikan

Semua manusia pasti mengalami masa tidur. Ketika kita tidur roh masih terhubung dengan badan. Lain halnya masa mati. ketika itu roh telah tercabut dari badan. Ada perbedaan diantara keduanya. Setelah roh tercabut dari badan kita tak dapat lagi menghapus kesalahan yang telah kita perbuat di dunia. Hanya amal sholeh yang kita harapkan. Dan doa dari anak-anak dan orang yang tulus ikhlas kepada kita.
Tapi masihkah kita bisa mengharapkan adanya doa dari orang-orang yang ikhlas berdoa untuk kita kalau selama hidup di dunia tak pernah menabur amal kebaikan. Buatlah amal kebaikan walaupun itu hanya sangat kecil nilainya.

Lupa

Ketika roh masih di dalam tubuh seringkali kita lupa akan adanya kematian. Sering pula kita lupa bahwa kita berbuat dosa di kehidupan ini. Dan ketika Allah memberi peringatan kepada kita dengan memberi sakit maka kita tersadar bahwa hidup ini tidak kekal.
Sakit pada tubuh harus dipandang sebagai peringatan bahwa Allah mencintai hambanya yang mau menyadari kesalahannya. Begitu pula bencana ditimpakan untuk memberi peringatan bahwa hidup adalah fana. Ketika bencana datang kita langsung teringat kepada adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.
Marilah kita bertobat atas dosa-dosa kita selagi kita masih diberi kesempatan.

Rabu, 03 Desember 2008

Mengemban Amanah

Sudahkah kita tahu. Hal apa yang paling berat dalam hidup ini? Mengemban amanah jabatan adalah jawabannya. Tidakkah kita tahu ketika jabatan sudah kita pegang, saat itu pulalah bara api diserahkan kepada kita. Bara api akan dingin laksana arang nan padam ketika kita mampu menunaikan amanah jabatan dengan baik. Tapi tahukah bahwa bara api tersebut dapat pula menjadi api yang membakar tubuh ketika kita tidak dapat mengemban jabatan itu. Karenanya perlulah kita introspeksi bersama apakah mampu kita mengemban jabatan mulia yang telah diserahkan kepada kita.